This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 20 Oktober 2017

BELASAN ANGGOTA POLDA BANTEN DIDUGA ANIAYA SISWA SMK DI DEPAN SEKOLAH

Seorang siswa SMK di Kota Serang bernama AS (17), Warga Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, diduga menjadi korban penganiayaan belasan anggota Polda Banten. Penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka memar tersebut lantaran asmara segitiga.

BELASAN ANGGOTA POLDA BANTEN DIDUGA ANIAYA SISWA SMK DI DEPAN SEKOLAH




AS mengaku kasus itu berawal saat anggota Polda Banten berinisial RN berusaha mendekati kekasihnya. Perdebatan terjadi melalui chating atau percakapan pesang singkat antara keduanya.

Korban mengetahui RN merupakan anggota Polda Banten karena yang bersangkutan mengaku bertugas di Mapolda Banten. "Iya ngakunya ke saya tugas di Polda Banten," kata AS usai menjalani visum di RSUD Serang, Kamis (20/10).

Keduanya kemudian sempat cekcok di situs media sosial, karena AS menegur RN yang terus mendekati pujaan hatinya. Merasa tidak terima RN naik pitam.

TIdak sampai di situ, keesokan harinya RN mendatangi sekolah AS dan di situlah penganiayaan terjadi. RN tak sendiri, ada sekira 12 orang rekannya membantu RN.

AS mengaku diseret untuk dimasukkan ke dalam mobil, namun ia berontak. Salah satu pelaku kemudian berusaha memborgol korban.

"Saya berusaha supaya nggak masuk mobil. Saya jatuh langsung diinjak-injak. Hampir semua teman-temannya baik yang seragam maupun yang pakaian biasa memukul saya," kata AS.

Kejadian itu berakhir setelah pihak satpam sekolah dan guru melerai. Keributan itu tepat di depan gedung sekolah.

Sementara itu. orang tua korban Madroji (40) mengatakan, tidak terima atas perlakukan yang diterima oleh putranya tersebut. Dan pihaknya akan penuntutan terhadap para pelaku yang telah melakukan penganiayaan terhadap anaknya.

"Enggak terima saya anak saya di pukuli, saya aja orang tuanya enggak pernah mukul anak saya. Saya akan lapor, ke polda Banten," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, korban didampingi orang tuanya telah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Banten. Hasil visum korban diserahkan kepada penyidik untuk mendalami kasus tersebut. Wartawan masih berupaya mendapat klarifikasi dari pihak Polda Banten atas kejadian tersebut.

Kamis, 19 Oktober 2017

CERITA JENDERAL POLISI RAJIN BERI UANG BUAT ANAK BUAH BELI SERAGAM

CERITA JENDERAL POLISI RAJIN BERI UANG BUAT ANAK BUAH BELI SERAGAM




Beragam cara dilakukan seorang pemimpin agar dekat dengan bawahan. Seperti dilakukan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis.

Jenderal bintang dua ini kerap memberikan uang langsung dari dompetnya kepada bawahannya, Fulus itu diberikan Idham bukan tanpa sebab.

Ia mengaku miris saat melihat seragam anak buahnya kusam. Uang itu diberikan cuma-cuma agar sang anak buah membeli seragam baru.

Aksi 'saweran' dilakukan Idham Azis salah satunya saat memimpin apel pagi di Mapolres Jakarta Barat. Selesai apel, dia mendatangi barisan anak buahnya dan menyalami mereka satu per satu.

Dari sejumlah orang, ada satu anggota menarik perhatian mantan Kadiv Propam Polri itu. Dia melihat seragam anak buahnya telah lusuh. Dia pun menyarankan untuk segera diganti. Tak sekedar menyuruh, Idham sigap mengambil dompet di saku belakang celananya.

Kemudian dia mengambil beberapa lembar uang dan memerintahkan anak buahnya segera membeli seragam baru. Peristiwa itu terjadi awal September 2017 lalu hingga menjadi viral di media sosial.

Teranyar, Idham Azis kembali merogoh kocek dari kantong pribadinya saat memimpin langsung upacara Pemberitahuan Dengan Tidak Hormat (PTDH) dua anggotanya di lapangan Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Dlam kesempatan itu, Idhan Azis juga memberikan penghargaan terhadap delapan anggota.

Pada saat pemberian penghargaan, Idham terlihat mengeluarkan dompet pribadinya dan memberikan beberapa lembar uang kepada salah satu anggota yang berprestasi. Uang itu diberikan agar anggota tersebut membeli seragam baru.

"Ah itu kan hanya kepedulian, masa anggota bajunya beler kan enggak bagus. Masa Kapoldanya bajunya bagus tapi anak buahnya enggak bagus," kata Idham di lokasi, Rabu (18/10).

Dia tak mengetahui persis alasan anak buahnya tersebut memakai seragam kusam. Namun dia menduga, anggota tersebut sengaja pakai baju kusam agar mendapat uang dari dirinya.

"Mungkin dia belum dapat jatah dari Karolop nanti saya tanyakan Karolopnya. Atau mungkin anggotanya ini tahu mau ketemu kapolda jadi pakai baju yang beler sengaja biar dikasih duit," ujarnya seraya tertawa.

DI ACARA WALI KOTA PALEMBANG, SISWA SMP NEKAT TIKAM MUSUH PAKAI PISAU

DI ACARA WALI KOTA PALEMBANG, SISWA SMP NEKAT TIKAM MUSUH PAKAI PISAU




Aksi kejahatan di Palembang semakin sadis, tak kenal waktu dan status usia. Kali ini seorang pelajar SMP di tusuk dari belakang dengan pisau oleh pelajar lain.

Korban adalah bernama Eric Valencia (14), siswa kelas VII SMP Negeri 5 Palembang. Ironisnya, peristiwa itu terjadi saat berlangsungnya acara Peragaan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun yang langsung dihadiri Wali Kota Palembang Harnojoyo di Kambang Iwak Palembang, Rabu (18/10).

Sebilah pisau menancap di punggung korban yang masih mengenakan seragam sekolah. Alhasil, acaran tersebut ricuh, ribuan pelajar panik karena menyaksikan langsung rekannya terkapar bersimbah darah. Korban akhirnya dibawa ke RUmah Sakit AK Gani Palembang untuk perawatan.

Ternyata pelaku penusukkan adalah WY (14), sama-sama siswa SMP tetapi berbeda sekolah. Usai kejadian, pelaku kabur bersama rekan-rekannya. Dia akhirnya diringkus polisi saat asyik bermain game online di salah satu warnet di kawasan Palembang Indah Mall beberapa jam usai kejadian.

Informasi dihimpun, penusukkan bermula saat teman pelaku dan korban berkelahi di lokasi yang mengakibatkan kepala teman benjol. Tak terima, pelaku geram dan mengejar pelaku hingga akhirnya menusuk korban dari belakang.

WY yang telah ditetapkan sebagai tersangka mengaku sengaja membawa pisau setiap keluar rumah. Hal itu lantarang kerap menjadi korban pemalakan oleh pelajar lain dan jaga-jaga jika terjadi perampokan.

"Saya beli pisau itu di toko online seharga Rp 129 ribu. Saya nusuk dia (korban) karena kesal teman saya di keroyok," ungkap tersangka WY di Mapolsek Ilir Barat I Palembang.

Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Handoko Sanjaya mengungkapkan, tersangka diringkus berdasarkan keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukti. Tersangka kini masih menjalani pemeriksaan dan bakal dikenakan Pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan.

"Untuk motignya diduga dendam, tapi masih kita dalami lagi. Tersangka ditangkap saat main game online di warnet," ucapnya.

Rabu, 18 Oktober 2017

Isu PKI buat Jokowi risih & berkali-kali blak-blakan ke publik

Isu PKI buat Jokowi risih & berkali-kali blak-blakan ke publik




Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku risih selalu dikait-kaitkan dengan PKI. Meski sudah menjelaskan bahwa dirinya tak terkait PKI, namun masih saja ramai di media sosial bahwa Jokowi terlibat PKI.

Akibatnya, Jokowi beberapa kali blak-blakan kepada publik bahwa dia ataupun keluarganya tak ada hubungannya dengan partai komunis tersebut. Apalagi ada yang menuding dirinya ada di depan pimpinan PKI DN Aidit saat pidato.

"Saya ingin blak-blakan soal PKI. Seliweran cerita soal itu. Dulu saya disebut bahwa Presiden Jokowi PKI. Saya dengar saja di medsos. Mosok ada gambar DN Aidit lagi pidato tahun 1955. Disitu saya ada di sebelahnya, lah saya-kan belum lahir," kata Jokowi dalam silaturahmi bersama Pengurus Pusat (PP) Persis di Masjid Persis, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Selasa (17/10) malam.

Seperti diketahui, Jokowi lahir pada tahun 1961.

Jokowi mengaku, informasi tersebut jauh dari kata benar dan sangat keliru. Sehingga dirinya harus mengklarifikasi ihwal tuduhan sebagai PKI tersebut.

"Waktu PKI dibubarkan 1965 (ada foto) kan saya masih balita. Ya itulah informasi yang seliweran harus saya jawab. Kalau ada yang percaya, bahaya. Ini bahaya kalau saya enggak blak-blakan," terangnya.

Dia menyadari era keterbukaan informasi sekarang patut diwaspadai. Sebab semua orang bisa menyebarkan berita bohong lewat media sosial. "Itu sangat gampang. Karena sekarang dunia terbuka sekali," ucap Jokowi yang mengenakan peci hitam.

Klarifikasi blak-blakan Jokowi terkait PKI bukan kali ini saja. Setidaknya sudah tiga kali Presiden Jokowi menyatakan bakal menggebuk PKI jika mencoba kembali bangkit. Pertama saat bertemu dengan pimpinan media massa di Istana Merdeka, Rabu (17/5).

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa PKI jelas bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, kebinekaan. Kepala Negara tidak akan membiarkan PKI kembali hidup. "PKI, kalau nongol gebuk saja. Tap MPR sudah jelas (melarang PKI)," ujar Jokowi.

Jokowi kembali menyampaikan niatnya menggebuk PKI saat berbicara di hadapan sekitar 1.500 prajurit TNI di Aula Kartika, Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (19/5). Presiden Jokowi menegaskan bahwa Pancasila merupakan satu-satunya ideologi Indonesia. Sehingga dia tidak akan pandang bulu menindak setiap organisasi yang bertentangan dengan ideologi negara.

"Ya kita gebuk, kita tendang, sudah jelas itu. Jangan ditanyakan lagi, jangan ditanyakan lagi, payung hukumnya jelas, TAP MPRS," tegas Jokowi.

"Kalau ada ormas yang seperti itu, ya kita gebuk," tegasnya. "Sekali lagi, negara Pancasila itu sudah final. Tidak boleh dibicarakan lagi," katanya.

Jokowi kembali menyatakan komitmennya memukul PKI saat hadir dalam Kajian Ramadan 1438 H yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Aula Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (3/6). Di hadapan peserta, Presiden Jokowi menyinggung niatnya memukul PKI jika mencoba kembali eksis. Jokowi merasa heran dengan mencuatnya kembali isu tersebut. Sebab, organisasi PKI sudah dimasukkan dalam kelompok yang dilarang berdiri di tanah air.

"Sekarang ini banyak isu-isu bahwa PKI bangkit, komunis bangkit. Pertanyaannya di mana? Dimana? Karena jelas, sudah jelas, konstitusi kita jelas. Ada TAP MPR-nya, bahwa PKI, komunisme dilarang di negara kita Indonesia," kata Jokowi yang kembali disambut tepuk tangan.

Jokowi menantang pihak-pihak yang menyebut kebangkitan PKI untuk menunjukkan bukti. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini bersiap untuk memukul mundur PKI.

"Jadi kalau ada, tunjukkan kepada kita, tunjukkan kepada saya. Saya akan gebuk detik ini juga," tegasnya

Berawal kasus pencurian terbongkar perdagangan anak di bawah umur

Berawal kasus pencurian terbongkar perdagangan anak di bawah umur




Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY mengungkap kasus perdagangan anak di bawah umur. Seorang tersangka berinisial HRY (32) merupakan pemilik salon yang memperdagangkan anak di bawah umur.

Dirreskrimum Polda DIY Kombes Hadi Utomo menyampaikan terungkapnya kasus perdagangan manusia di bawah umur ini bermula dari kasus pencurian di sebuah toko aksesoris yang berada di daerah Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Dari kasus pencurian yang terjadi pada Agustus 2017 yang lalu ini, petugas kepolisian menangkap dua pelaku yaitu HRY dan AKW (15).

"Saat dilakukan pemeriksaan, muncul pengakuan mengejutkan dari tersangka AKW. AKW mengaku sering dipekerjakan menjadi PSK di salon kepunyaan tersangka HRY. Pengakuan ini kemudian dikembangkan oleh penyidik," terang Hadi Utomo, Selasa (17/10).

Hadi Utomo menjelaskan AKW kerap dijual kepada pelanggan salon milik tersangka HRY. Sekali transaksi HRY mematok tarif Rp 160 ribu kepada pelanggannya.

"Tersangka kerap memaksa AKW untuk melayani pelanggan. Jika tidak mau, HRY kerap memarahi AKW. Karena ketakutan AKW pun akhirnya mau melayani pelanggan yang membayar kepada HRY," tutur Hadi Utomo.

Hadi Utomo menjabarkan jika praktik perdagangan manusia ini sudah dilakukan oleh HRY sejak bulan Juli lalu. Setiap harinya, sambung Hadi Utomo, AKW dipaksa melayani minimal 3 orang tamu.

"Atas perbuatannya tersebut, HRY yang telah ditetapkan sebagai tersangka saat ini ditahan di ruang tahanan Mapolda DIY. Tersangka akan dijerat dengan UU Nomor 35/2014 atas perubahan UU Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara," tutup Hadi Utomo.

Selasa, 17 Oktober 2017

MASALAH SEPELE, PNS INI LEMPAR TAS KE KEPALA TEMAN KERJA HINGGA MEMAR

MASALAH SEPELE, PNS INI LEMPAR TAS KE KEPALA TEMAN KERJA HINGGA MEMAR




Muhammad Aliansyah (56), PNS di lingkungan Pemkot Samarinda, berurusan PNS dengan tas hingga kepala korban memar, Aliansyah kini meringkuk di penjara.

Peristiwa itu sendiri, terjadi Rabu (11/10) siang lalu, di kawasan perkantoran di Balai Kota Samarinda. Hari ini, Aliansyah akhirnya dijemput polisi, dan dibawa ke Polsekta Samarinda Ilir.

Sebelum kejadian, Aliansyah mendatangi korban, Ani Ishak, saat sedang menyantap makanannya. Pelaku Aliansyah lalu bertanya, perihal pencairan tambahan penghasilan pegawai (TPP).

"Awalnya, situasi biasa saja. Pertanyaan pelaku itu dijawab korban kembali menugaskan stafnya mengolah absensi, dan kembali dijawab oleh korban, bahwa menugaskan itu harus kepada orang yang bisa diandalkan.

"Korban bingung dengan pernyataan pelaku, dan menanyakan maksudnya apa? Pelaku tidak menjawab, dan mengambil tas di dekatnya lalu melemparkan ke arah kepala korban," tambah Purwanto.

Lantaran lemparan tas itu, bikin kepala korban memar, korban pun bergegas lapor ke Polsekta Samarinda Ilir. Usai divisum untuk melengkapi berkas laporan, kepolisian pun memulai penyelidikan.

Siang tadi, saat pelaku berada di kantornya, kepolisian menjemput dan membawanya ke Polsekta Samarinda Ilir. Bahkan, Aliansyah saat dijemput, masih mengenakan baju seragam dinasnya.

"Dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan, dengan dugaan penganiayaan. Tas yang digunakan, jadi barang bukti," demikian Purwanto.

SENJATA BARU KOREA UTARA BISA TEWASKAN 90 PERSEN ORANG AMERIKA

SENJATA BARU KOREA UTARA BISA TEWASKAN 90 PERSEN ORANG AMERIKA




Para ahli senjata nuklir telah memperingatkan Kongres Amerika Serikat yang mengatakan pemerintahan Donald Trump mengabaikan senjata yang baru dikembangkan Korea Utara. Senjata tersebut bisa mematikan jaringan listrik AS dan membunuh sebagian besar orang Amerika dalam waktu satu tahun.

Dua mantan anggota Komisi senjata elektromagnetik (EMP) dalam sebuah rapat baru-baru ini mengatakan senjata EMP nuklir Kim Jong-un menjadi ancaman terbesar bagi AS, dan ancaman ini tidak diketahui pemerintah Negeri Paman Sam.

Selama ini perhatian lebih banyak difokuskan pada uji coba rudal balistrik antar benua Korut. Namun Korut baru-baru ini mengklaim telah menguji coba bom hidrogen bawah tanah pada bulan September.

Rezim Korut mengatakan senjata semacam itu bisa memicu ledakan kuat EMP untuk menyerang target.

William Graham, ketua komisi EMP sebelumnya dan mantan kepala stafnya, Peter Vincent Pry, memperingatkan, serangan semacam itu dapat melumpuhkan jaringan listrik AS untuk waktu yang tidak terbatas, dan bisa menyebabkan kematian dalam waktu satu tahun hingga 90 persen orang Amerika.

Mereka mendesak DPR AS untuk melindungi jaringan listrik dan mengabarkan sistem pertahanan rudal balistik AS saat dirancang untuk mencegat rudal dari Korea Utara yang mendekati AS dari wilayah Kutub Utara, namun tidak dari wilayah Kutub Selatan.

"Sebuah serangan EMP nuklir akan menghancurkan perangkat elektronik di mana-mana, menyebabkan pesawat jatuh, menghentikan lalu lintas mobil dan kereta, jaringan listrik padam, dan infrastruktur penting lainnya yang semua itu adalah nyawa dari pedabadan modern dan kehidupan itu sendiri. Akhirnya, jutaan orang akan mati karena kelaparan, penyakit, dan keruntuhan sosial," kata mantan anggota parlemen dan Republik Curt Weldon, salah satu pendiri komisi EMP.

Kedua mantan anggota komisi tersebut menambahkan Korea Utara diperkirakan memiliki 60 persen senjtata nuklir, dan rudal balistik antarbenua yang bisa mencapai Denver dan Chicago, dan dan mungkin seluruh AS.

"Rezim tersebut sedang mengembangkan bom hidrogen yang sebanding dengan senjata termonuklir canggih tahap dua di AS," kata mereka.

Mantan ilmuwan roket NASA James Oberg juga sebelumnya telah memperingatkan pemerintah AS, rezim Korut bisa dapat menggunakan satelit untuk membawa hulu ledak nuklir kecil dan meledakkannya di atas AS.

Senin, 16 Oktober 2017

BERHARAP ALEXIS DI TUTUP OLEH ANIES-SANDI

BERHARAP ALEXIS DI TUTUP OLEH ANIES-SANDI




Hotel Alexis didemo. Massa menuntut hotel berada di Jalan R. E. Martadinata, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, itu ditutup. Ditengarai ada layanan prostitusi didalamnya.

Menanggapi itu, Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan mengatakan bakal menepati janjinya soal penutupan hotel tersebut. Dia tak mau dicap sebagai pemimpin yang manis hanya saat kampanye.

"Semua rencana Insya Allah akan kita jalankan semua yang menjadi akan kita tunaikan. Semuanya enggak hanya satu atau dua," ujar Anies usai melakukan syukuran bersama PKS di Grand Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (15/11).

Wacana penutupan Alexis sempat dibahas Anies dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam debat Pilkada DKI Jakarta digelar KPU DKI di Hotel Bidakara Jakarta, Jumat (13/1).

"Kita akan tegas terhadap Alexis!" tegas Anies kala itu.

Setelah menang versi hasil hitung cepat lembaga survei, Anies hanya menanggapi singkat soal penutupan Hotel Alexis. Dia menegaskan komitmennya dan Sandiaga untuk menegakkan peraturan daerah (Perda).

"Komitmen kita melaksanakan perda jadi semua pelanggaran akan kita tindak perda akan menjadi badan hukum," kata Anies, di Gedung DPP Perindo, Jakarta, Kamis (20/4).

Sandiaga Salahuddin Uno juga memastikan akan menutup Hotel Alexis setelah dilantik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. "Itu pasti akan harus dilakukan, kita engga bisa melakukan apa-apa sekarang kita belum punya perangkat," kata Sandiaga, di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (20/4).

Menurut Sandiaga, sesuatu yang sudah terucap perlu dibuktikan dengan aksi yang nyata. Namun untuk enam bulan awal ke depan Sandiaga akan fokus terlebih dahulu terhadap rekonsiliasi.

"Kami sekarang fokus mendiginkan suasana dan memastikan bahwa hari-hari kita hanya mencari persamaan di antara kita bukan menajamkan perbedaan," katanya

Wakil Ketua GNPF MUI, Zaitun Rasmin mendukung penuh penutupan Alexis. Tidak hanya tempat yang diduga digunakan untuk prostitusi, Zaitun juga mendukung Anies-Sandi menekan peredaran minuman keras dengan menarik saham-saham perusahan tersebut.

"Segera itu dilaksanakan termasuk menarik saham Pemprov DKI dari minuman keras, pabrik minuman keras," tegasnya.

ANIES BASWEDAN, DILANTIK, DICOPOT DAN DI LANTIK LAGI OLEH JOKOWI

ANIES BASWEDAN, DILANTIK, DICOPOT DAN DI LANTIK LAGI OLEH JOKOWI




Hari ini, Senin 16 Oktober 2017, warga DKI Jakarta punya gubernur dan wakil gubernur hingga 2022. Dia adalah Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Anies dan Sandi sukses memenangkan pertarungan melawan Basuki T Purnama - Djarot Saiful Hidayat dengan Agus Yudhoyono -Sylviana Murni pada Pilgub DKI 2017.

Pasangan yang diusung sejak awal oleh Gerindra dan PKS ini akan dilantik Presiden Joko Widodo pada Pukul 16.00 WIB sore nanti di Istana Negara, Jakarta. Menariknya, pelantikan bukan hal baru bagi Anies.

Pada 27 Oktober 2014 lalu, Jokowi juga melantik Anies Baswedan. Kala itu, Anies ditunjuk oleh presiden untuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Sebelum saya mengambil sumpah berkenaan dengan pengangkatan Saudara-saudara sebagai menteri Kabinet Kerja periode 2014-2019, terlebih dahulu saya akan bertanya kepada Saudara-saudara. Bersediakan Saudara-saudara untuk mengambil sumpah menurut agama masing-masing?" ucap Presiden Jokowi kala itu kepada 34 menteri kabinet kerja yang didalamnya ada Anies Baswedan.

Sayang, jabatan Anies di Kemendikbud hanya sampai 27 Juli 2016. Atau 21 bulan menjadi bagian di kabinet kerja Jokowi. Dia kena reshuffle, diganti oleh Muhadjir Effendy.

Karir cemerlang Anies belum habis. Malah bertambah moncer usai dicopot Jokowi. Hari ini (16/10), Anies harus kembali ke Istana dengan kepala tegak.

Dia menghadap lagi Jokowi untuk dilantik sebagai gubernur DKI Jakarta. Mantan Rektor Paramadina ini akan menggantikan jabatan pasangan Jokowi-Ahok yang terpilih pada Pilgub 2012 lalu.

Sejumlah janji telah disampaikan pasangan Anies-Sandi saat kampanye di Pilgub DKI 2017 lalu. Di antaranya, DP rumah nol rupiah, penutupan Hotel Alexis, penghentian proyek reklamasi Pantai Jakarta serta Kartu Jakarta Pintar plus.

Minggu, 15 Oktober 2017

DIDAKWA PENCABULAN ANAK DI BAWAH UMUR, INI KEBERATAN PIHAK GATOT BRAJAMUSTI

DIDAKWA PENCABULAN ANAK DI BAWAH UMUR, INI KEBERATAN PIHAK GATOT BRAJAMUSTI




Mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), Aa Gatot Brajamusti, saat ini sedang menjalani hari-harinya di dalam penjara atas beberapa tuduhan yang sekarang sudah memasuki persidangan. Pada hari Kamis (12/10), Aa Gatot menjalani persidangan untuk kasus asusila kepada anak di bawah umur dengan agenda dakwaan. Pengacara Aa Gatot, Novianto Rahmantyo dan Ahhmad Rulyansyah, memberikan keterangan kepada wartawan usai sidang.

Saat persidangan, pihak Aa Gatot sudah menyampaikan keberatan atas dakwaan yang ada. Menurut Novianto, dakwaan belum masuk ke pokok perkara dan keberatan yang mereka ajukan karena memang ada beberapa poin yang dianggap tidak sesuai dengan kenyataan.

"Pertama soal, sebenarnya ketika kami baca di dakwaan itu ada sedikit perbedaan pada waktu BAP dulu di awal kepolisian dengan tertuang di dakwaan tersebut. Karena TKP dan usia dari si C tidak sesuai. Ada perbedaan lokasi dan perbedaan dengan saat BAPnya. Hari ini kami kasusnya hanya yang C itu aja," jelas Novianto.

"Loh sekarang kita logikanya itu, dimana pelecahan seksualnya? Kalau misalkan saya dengan pasangan saya melakukan satu, dua tiga kali hubungan, sebetulnya itu tidak ada pelecehannya. Oleh karena itulah maka kami mengajukan keberatan, untuk mengajukan eksepsi minggu depan," tambah Ahmad melanjutkan pernyataan Novianto.

Pelapor sendiri mendakwa Aa Gatot dengan pasal perlindungan anak. Ahmad lalu menjelaskan keganjilan yang dirasakan pihaknya terhadap dakwaan untuk kliennya, terutama di bagian saat pelapor mengaku tak sadar.

"Itu yang saya katakan tadi, kalau kejadian itu berulang-ulang apakah itu bisa kita katakan pelecehan? Apakah itu bisa dikatakan keadaan tidak sadar? Logika kita ke situ ajalah. Tapi pada fase pembuktian lah nanti, kalau untuk saat ini saya rasa belum waktunya. Kalau di dalam isi dakwaan memang pelapor pada saat itu kelahiran tahun 90, itu nanti kami buktikan lah saya nggak berani ngomong sekarang, terlalu dini gitu ini kan masih proses pembacaan dakwaan," kata Ahmad.

Gara-gara kasus ini mulai terkuak,beberapa nama artis pun ikut terseret. Mereka adalah Reza Arlamevia dan Eima Theana yang dulu merupakan murid Aa Gatot saat di padepokan, Ahmad kemudian mengiyakan kemungkinan keduanya akan di panggil sebagai saksi.

"Kebetulan pasti ya. Pasti semua ya termasuk Reza, Elma termasuk ruang lingkup yang ada pada saat itu, pasti akan diambil kesaksiannya. Untuk saksi yang meringankan, pasti kami juga ada. Tapi tidak kami sebutkan sekarang kan, nanti pada saat persidangan," kata Ahmad.

Sidang berikutnya untuk kasus ini akan dilanjutkan pada tanggal 17 Oktober mendatang dengan agenda eksepsi. Tim kuasa hukum Aa Gatot pun sudah menyiapkan bukti-bukti untuk pembelaan kliennya.

"Kalau eksepsi kami tidak membahas pokok perkara, cuma nanti pada saat agenda pembuktian kami ada saksi, nah disitulah kami baru fight untuk pembuktiannya nanti. Bukti-bukti sih sudah ada semua ya, baik keterangan saksi yang meringankan sudah kami persiapkan, tinggal nanti waktunya yang akan menjawab," pungkas Ahmad.

PRIA ASAL CIANJUR INI RELA BERJALAN KAKI DEMI BERTEMU DEDI MULYADI

PRIA ASAL CIANJUR INI RELA BERJALAN KAKI DEMI BERTEMU DEDI MULYADI




Tiba di rumah dinas Bupati Purwakarta pada Sabtu (14/10) malam, Yudi yang telah basah kuyup karena air hujan tersebut menceritakan bahwa dirinya dianggap sebagai orang gila di kampungnya karena melakukan aksi ini. Padahal menurut dia, aksi tersebut dilakukan atas dasar kesadaran pribadi dan tidak ada paksaan dari siapapun.

"Saya dianggap orang gila dan cari sensasi. Tetapi saya tulus untuk Kang Dedi, perjalanan ini saya lakukan untuk beliau yang sudah saya anggap seperti guru. Semua pidato beliau selalu saya ikuti. Saya ingin sekali bertemu. Makanya, Hari Rabu kemarin saya berangkat, jalan kaki," ungkap Yudi sambil beristirahat.

Yudi memilih jalur Cianjur-Padalarang-Purwakarta untuk sampai di rumah dinas Bupati Purwakarta dengan waktu tempuh sekitar 4 hari 3 malam. Sepanjang perjalanan, banyak pengguna jalan yang menawarkan tumpangan kepadanya.

Namun, karena tekadnya ingin berjalan kaki, Yudi pun secara halus menolak tawaran tersebut, termasuk tawaran dari Staff Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang diutus untuk menjemputnya pada Jumat (13/10) siang.

"Selama perjalanan, saya pasrah saja ingin terus berjalan. Ingat selalu petuah Kang Dedi, lamun keyeng pareng (kalau bersungguh-sungguh, pasti sampai pada tujuan-red)," ujarnya.

Keharuan pun pecah saat Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyambut Yudi di pintu rumah dinasnya. Yudi mengaku tidak menyangka ia akan sampai dengan selamat hanya bermodalkan uang Rp 1000 dan sebotol air minum yang sudah didoakan oleh Sang Ibu.

"Ini berkah doa ibu saya. Alhamdulilah perjuangan saya tidak sia-sia," ucapnya sambil menangis.

Sambil terisak, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meminta anaknya, Maula Akbar Ahmad Habibie Bungsu untuk mengambilkan handuk dan pakaian kering sebagai pengganti pakaian Yudi yang sudah basah kuyup.

Yudi pun mendapat pemeriksaan kesehatan dari Dokter Dinas Kesehatan Purwakarta. Ia yang kini sulit berjalan akibat kelelahan tengah menginap di rumah dinas Bupati Purwakarta.

Sabtu, 14 Oktober 2017

TERHIMPIT MASALAH EKONOMI, LUKMAN TEGA BUNUH ISTRI DAN DUA ANAKNYA

TERHIMPIT MASALAH EKONOMI, LUKMAN TEGA BUNUH ISTRI DAN DUA ANAKNYA




Lukman Nurdin (36) membunuh istri, Ana (37) dan kedua anak mereka Syifa Syakila (9) dan Carisa Humaira (3). Usai membunuh anggota keluarganya, pelaku langsung mendatangi kantor polisi untuk menyerahkan diri.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Wiwin mengatakan, pelaku tiba-tiba saja mendatangi Mapolsek Panongan, Kabupaten Tangerang. Kepada polisi, pelaku mengaku telah tega menghabisi nyawa keluarganya sendiri. Polisi juga masih mencari tahu, motif di balik kenekatan Lukman terhadap dua putri dan istrinya.

"Iya benar, korbannya satu keluarga. Dugaan sementara karena persoalan ekonomi," kata Wiwin.

Diterangkan dia, keluarga yang menempati rumah di Perumahan Citra Raya, Graha Sienna 1 Blok M nomor 10/21, RT 002/006, Desa Ciakar, Panongan Kabupaten Tangerang itu, dihuni oleh korban yang terdiri dari istrinya, Ana (37), dan kedua anak pelaku yakni Syifa Syakila (9) dan Carisa Humaira (3).

Ketiganya lanjut Wiwin di bunuh dengan menggunakan sebilah pisau dapur dengan luka tusuk bagian wajah dan perut. Setelah itu pelaku langsung menyerahkan diri ke Polisi.

"Dia melaporkan dirinya sendiri telah melakukan pembunuhan terhadap istri dan kedua anaknya," terang dia.

Polisi masih mendalami motif suami yang tega bunuh istri dan kedua anaknya itu. Sampai saat ini pelaku yang sudah berada di Mapolsek Panongan masih menjalani pemeriksaan polisi.

"Masih diselidiki, petugas kami masih di TKP sementara pelaku ada di Mapolres. Besok pagi olah TKP lanjutan," ujarnya.

SUPORTER TEWAS, PERSITA TIDAK AKAN LANJUT LIGA 2

SUPORTER TEWAS, PERSITA TIDAK AKAN LANJUT LIGA 2




Manajemen klub sepakbola dan pendukung Persita mengecam keras keributan yang terjadi antara pendukung tim pendekar Cisadane dengan oknum TNI. Akibat keributan tersebut menyebabkan Banu Rusmana (17) meregang nyawa pada Rabu (12/10) kemarin.

Direktur Klub Persita, Azwan Karim mengaku telah melakukan langkah-langkah untuk memastikan kejadian yang menimbulkan korban jiwa itu mendapat penanganan.

"Walau sejauh ini fokus manajemen tim Ungu pada korban yang meninggal dan luka, namun manajemen telah melakukan langkah-langkah untuk memastikan kejadian ini mendapat penanganan yang sesuai kaidah hukum yang berlaku," katanya dalam keretangan tertulisnya.

Menurut Azwan, pihaknya menilai, insiden 11 Oktober kemarin, merupakan sejarah buruk bagi Persita dan pendukungnya.

"Kami tidak dapat melanjutkan ke babak berikutnya dan lebih berat terjadinya insiden yang berujung hilangnya nyawa saudara kami," katanya.

Pihaknya secara tegas mengecam keras segala bentuk kekerasan yang dilakukan oknum-oknum yang melampaui bata kewajaran. Karena menurut dia, semua kejadian 11 Oktober kemarin bertolak belakang dengan nilai-nilai keolahragaan.

Manajemen, lanjut Azwan, juga segera melakukan langkah kongkret dengan berkirim surat untuk menceritakan detail kronologis kejadian tersebut.

"Laporan sudah kami layangkan kepada PSSI untuk dapat ditindaklanjuti. Kami ingin adanya Enforcement yang tegas terhadap regulasi yang ada terhadap regulasi yang ada terhadap oknum-oknum yang mencederai sepakbola," tutupnya.