This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 26 Oktober 2017

GIMANA KABAR SANDIAGA DAN SYLVIANA YANG SEMPAT GENCAR KASUS SAAT PILKADA

GIMANA KABAR SANDIAGA DAN SYLVIANA YANG SEMPAT GENCAR KASUS SAAT PILKADA




Pilkada DKI Jakarta telah selesai. Anies Baswedan - Sandiaga Uno menjadi pemenang setelah menyingkirkan Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat serta Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana dan Sandiaga juga tersandung.

Dulu, Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri tengah mengusut dua perkara dugaan korupsi yang menyeret nama Sylviana Murni. Pertama kasud dugaan korupsi penyalahgunaan dana pembangunan Masjid Al Fauz di Wali Kota Jakarta Pusat dan kedua kasus dugaan korupsi dana hibah Kwarda Pramuka DKI Jakarta.

Dalam pengusutan dua kasus itu, penyidik juga sudah memeriksa Sylviana dalam kapasitasnya sebagai saksi. Bahkan, status dari salah satu kasus itu, yakni kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana pembangunan Masjid Al Fauz sudah naik ke tahap penyidikan.

Namun, belum ada tersangka di kasus tersebut. Sejak Agus - Sylviana kalah, kasus pun mengambang. Sylviana pun kini bergabung menjadi kader Partai Demokrat.

Sementara Sandiaga saat itu juga dilaporkan ke Mapolda Metro Jaya, Sandiaga dilaporkan oleh Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings Edward S Soeryadjaya dengan tuduhan melakukan penggelapan aset terkait proses penjualan tanah di jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten, tahun 2012 silam.

Sandiaga dilaporkan dengan Pasal 372 KUHP, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah, Sandi pun telah diperiksa dalam kasus itu.

Setelah Pilkada DKI selesai kasus keduanya pun tidak jelas ujungnya. Polda Metro Jaya saat dikonfirmasi mengaku tak akan ragu memanggil Sandiaga untuk pengungkapan kasus dugaan pemalsuan kuitansi penjualan tanah 3.115 meter persegi di Jalan Curug Raya, Tangerang Selatan. Namun, pemanggilan hanya akan dilakukan apabila ada bukti yang mengarah keterlibatan Sandiaga Uno.

"(Takut nggak?) Ya enggalah. Karena sampai saat ini memang tidak hubungannya, kalau ada hubungannya tentu kita panggil (Sandiaga Uno)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Menurut Argo, penyidik masih fokus memeriksa Andreas Tjahjadi yang merupakan rekan bisnisnya Sandiaga Uno. Andreas sudah tetapkan sebagai tersangka atas kasus ini.

"Belum ada agenda pemanggilan ya (untuk Sandiaga). Belum ada agenda. Nanti kita cek keterlibatan beliau. Karena yang kita fokuskan ya temennya, pak Andreas itu yang sudah jadi tersangka," ujarnya.

Penyidik hari ini mengagendakan pemanggilan Andreas. Namun, Andreas berhalangan hadir karena alesan sakit.

"Andreas untuk dimintai keterangan yang dia lakukan. Yang dia lakukan apa toh? Kemarin kan saksi sekarang sudah tersangka. Jadi harus diperiksa ya, tapi dia sakit prostat," ucapnya.

KISAH SEORANG GADIS REMAJA YANG TIDUR SELAMA 14 HARI

KISAH SEORANG GADIS REMAJA YANG TIDUR SELAMA 14 HARI




Siti Raisa Miranda atau biasa disapa Echa memiliki jam tidur yang tidak biasa. Jika manusia umumnya tidur sekitar delapan jam sehari, remaja putri asal Jalan Pangeran RT 4, Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini bisa tidur selama 14 hari.

Orang tua Echa, Mulyadi menuturkan, hasil memeriksaan medis yang dilakukan dokter umum menunjukkan kondisi fisik putrinya tersebut baik walaupun waktu tidur sangat panjang.

Mulyadi membagikan kejadian tak wajar putrinya tersebut dalam akun Facebook miliknya. Postingan dia mendapat beragam tanggapan dari netizen. Mulai dari yang mendoakan sampai menawarkan bantuan berupa rukyah.

Rumah Mulyadi juga tak pernah sepi dari tamu. Setiap hari silih berganti orang mengunjungi. Mereka penasaran.

Selasa kemarin, Echa bangung setelah 14 hari terlelap. Aktivitas siswi SMPN 15 Banjarmasin itu juga tak ada yang aneh Mandi kemudian makan, dan melakukan kegiatan kecil di dalam rumah.

Di hari ke-16, Echa kembali tidur dari pukul 08.00 sampai 19.35 WITA. Kemudian bangun untuk makan dan kembali melanjutkan mimpinya.

"Echa bangun dan makan nasi goreng cuma empat sendok dan minum 1/2 gelas (sekitar 100ml), jam 20.10 WITA Echa kembali tidur," ungkap Mulyadi, Rabu (25/10). Dikutip dari akun Facebook Mulyadi.

Orang tua berharap waktu tidur Echa bisa kembali normal. Berbagai upaya juga telah dilakukan, baik berupa pengobatan secara langsung maupun jarak jauh.

"Semoga besok jam bangunnya lebih lama, amin," pinya Mulyadi.

Rabu, 25 Oktober 2017

KEASIKAN MENYIRAM GANJA TERBAKAR, PRIA BESAR DI ACEH DIRINGKUS POLISI

KEASIKAN MENYIRAM GANJA TERBAKAR, PRIA BESAR DI ACEH DIRINGKUS POLISI




Seorang pemilik ladang ganja seluas 2 hektar berinisial MY (44) diringkus oleh Satresnarkoba Polres Aceh Besar, Senin (23/10) sekira pukul 16.30 WIB. Ada sekitar 1.000 batang ganja berhasil disita oleh petugas di lokasi kebun ganja.

Tersangka diringkus saat sedang berada di ladang ganja di kawasan pegunungan Gampong Cot Sibate Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar. Lokasi ladang ganja sekitar 3 jam jalan kaki dari perkampungan setempat.

"Ganja yang diamankan itu berusia lebih kurang 1 bulan," kata Direktur Ditresnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito, Selasa (24/10).

Kata Agus, saat petugas tiba di ladang ganja, tersangka tidak mengetahui kehadiran petugas. Saat itulah, petugas langsung mengamankan tersangka saat sedang menyiram ladang ganja yang sedang tumbuh subur.

Lanjutnya, setelah disisakan sebanyak 36 batang sebagai barang bukti, lainnya langsung dimusnahkan di tempat. Sedangkan tersangka langsung dibawa ke Mapolres Aceh Besar untuk proses hukum lebih lanjut.

ANGGOTA DPR MEMASANG RATUSAN MANDAGRI BUAT JOKOWI

TANGGOTA DPR MEMASANG RATUSAN MANDAGRI BUAT JOKOWI




ok! Palu sidang Wakil Ketua DPR, Fadli Zon memutuskan mengesahkan Perppu nomor 2 tahun 2017 tentang Pembubaran Ormas. Pembahasan aturan ini sempat alot di tingkat Komisi II DPR, hingga akhirnya dibahas di Paripurna DPR, Selasa (24/10).

Pengesahan diwarnai aksi protes Gerindra, PKS dan PAN sampai berujung skors dan akhirnya diputus melalui mekanisme voting. Di luar gedung, ratusan massa berdemontrasi menolak disahkannya aturan yang diyakini mengekang kebebasan berserikat dan berkumpul di era demokrasi seperti sekarang.

Apa boleh buat, meski penolakan keras, suara terbesar yang menang. Hasil voting menyatakan 271 suara setuju Perppu Jadi UU. Suara itu berasal dari Fraksi PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, Hanura. Hanya 121 suara yang menolak disahkannya perppu itu jadi UU.

Saking kesalnya, anggota Fraksi PAN Andi Yuliani sempat melempar tudingan kepada Jokowi terkait Perppu Ormas ini. Menurut dia, Jokowi melanggar UU, sebagai pihak yang mengusulkan dan merancang aturan itu. Hal itu Andi ungkapkan dalam rapat paripurna putusan Perppu Ormas siang tadi.

"Sebagai rakyat Indonesia yang tidak ingin Presiden yang melanggar undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 setiap rakyat Indonesia tentu tidak ingin Presiden  yang melanggar," ucap Andi di depan 445 anggota DPR yang hadir.

Dalam sidang itu, hadir Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Menteri Hukum dan HAM Yosana Laoly sebagai perwakilan pemerintah. Mendengar sang pimpinan dituding langgar konstitusi, Tjahjo pun naik pitam.

Usai disahkan Perppu menjadi UU, Tjahjo langsung membela sang presiden. Dia menegaskan, tidak sedikitpun konstitusi yang dilanggar oleh Jokowi. Dia menjelaskan, kenapa pemerintah akhirnya membentuk Perppu ini.

"Kami juga tidak setuju tadi, ada yang terhormat Bapak Ibu dewan yang mengatakan Bapak Presiden Jokowi melanggar Undang-Undang Dasar 1945," kata Tjahjo di Ruang Rapat Paripurna, Selasa (24/10).

Menurutnya, Jokowi mengeluarkan Perppu tersebut karena ia ingin menjaga ideologi Pancasila. Polisi PDIP ini juga mengungkapkan dengan disahkannya Perppu menjadi UU, akan membuat masyarakat lebih memahami empat pilar kebangsaan.

"Justru Presiden Bapak Jokowi tampil ke depan menjaga ideologi Pancasila," ungkapnya.

"Pemerintah yakin dengan seyakin yakin akan mendapatkan dukungan yang terhormat Bapak Ibu anggota DPR, MPR yang secara terus menerus melakukan aktivitas kegiatan menggerakkan mengorganisir masyarakat Indonesia untuk lebih memahami empat pilar kebangsaan," kata dia.

Tak cuma itu, dalam kesempatan pidato di depan ratusan anggota DPR, Tjahjo juga kembali memuji Jokowi. Dia menegaskan pemerintah tak pernah bermaksud memanfaatkan Pancasila sebagai alat pukul pihak-pihak yang tidak sejalan dengan pemerintah.

"Pemerintah menegaskan menolak anggapan bahwa Pancasila itu bukan alat politik pemerintah Pancasila bukan alat untuk pemukul terhadap hal-hal lain yang bertentangan," kata Tjahjo.

Menurutnya, pemerintah mengeluarkan Perppu yang sekarang sudah sah menjadi UU Nomor 2 Tahun 2017 itu karena ada kelompok yang ingin mengganti dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Setelah disahkan pun pemerintah siap untuk melakukan revisi pada UU yang baru disahkan itu.

"Justru kami mencermati gelagat perkembangan dinamika memang masalah komunisme, ateisme sudah tidak ada. Tapi ada gelagat lain yang ingin mengubah ideologi," ungkapnya.

"Soal ada unsur revisi terbatas terbuka sepanjang masalah ideologi Pancasila, UUD45, NKRI, Bhineka tunggal ika ginal. Apalagi DPR, MPR empat pilar sudah kemana-mana," ujarnya.

Presiden Jokowi, kata Tjahjo, mengeluarkan Perppu itu untuk mengawal Pancasila. "Justru inilah yang menunjukkan bahwa Pak Jokowi tampil ke depan untuk mengawal Pancasila, bukan yang dituduhkan melanggar UUD 45. Pak Jokowi melangkah ke depan," tandasnya.

Selasa, 24 Oktober 2017

POLISI BURU KELOMPOK KRIMINAL BERSENJATA SABINUS WAKER HIDUP ATAU MATI

POLISI BURU KELOMPOK KRIMINAL BERSENJATA SABINUS WAKER HIDUP ATAU MATI




Anggota Brimob masih melakukan pengejaran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Sabinus Waker di kawasan pegunungan Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Target Brimob, Sabinus Waker dan anak buahnya harus ditangkap, hidup atau mati.

"Anggota kita masih di atas memburu. Ada 15 orang (anggota Brimob). Dalam situasi apapun, hidup atau mati," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal.

Target Brimob tersebut karena KKB Sabinus Waker sudah mengacaukan keamanan di sana, dengan membuat resah masyarakat. Geng kriminal ini dikenal suka melakukan pemalakan warga, dan menyebar teror penembakan di jalur penambangan PT Freeport.

KKB Sabinus Waker diketahui tak pernah tinggal menetap. Mereka selalu berpindah-pindah dari satu lokasi ke tempat lain di kaki pegunungan.

Tantangan utama yang dihadapi personel Brimob selama perburuan KKB Sabinus Waker adalah kontur alam di sana. Kondisi inilah yang sering tak menguntungkan Brimob.

"Jadi saya pernah di Aceh, di daerah lain. Untuk berburu di pegunungan di Papua ini sangat terjal. Antara tebing-tebing terjal," terang Kamal.

Seperti peristiwa yang terjadi Sabtu kemarin, tim Brimob diberondong tembakan dari bukit. Dalam peristiwa ini dua personel terluka.

Kemudian di Hari Minggu, kontak senjata terjadi di area terbuka. Saat itu personel Brimob di atas jembatan ditembaki. Briptu Berry Pratama gugur setelah terkena tembakan.

Senin kemarin, anggota Brimob yang mengevakuasi jenazah Briptu Berry juga diberondong tembakan dari bukit. Padahal saat itu posisi tim sedang memasukkan jenazah ke mobil ambulans. Empat personel Brimob tertembak.

"Maka dari kontak tembak, personel melakukan perlawanan. Namun posisi tidak menguntungkan karena dihimpit dari dua bukit," jelasnya.

Polisi belum sampai meminta bantuan TNI untuk memburu KKB Sabinus Waker. Polda Papua akan mengoptimalkan anggota Polres Mimika.

LAMA MENGHILANG, DESERTIR INTEL TNI DITEMUKAN TEWAS TERGANTUNG

LAMA MENGHILANG, DESERTIR INTEL TNI DITEMUKAN TEWAS TERGANTUNG





Lama dicari satuannya, desertir satuannya, desertir TNI serda Wowok Ari Subekti (35) ditemukan tak bernyawa. Saat ditemukan, korban sudah tewas tergantung di atas KM Madani Nusantara yang sementara berlayar dari Balikpapan menuju Makassar, Senin (23/10).

Dia berlayar dari Balikpapan bersama Normawati yang bermaksud pulang kampung ke Kabupaten Gowa, Sulses, Normawati merupakan istri siri korban. Sedangkan, dari istri sahnya bernama Rahayu Purwandari korban mempinyai dua anak yang masih duduk di bangku kelas 6 dan kelas 1 SD.

"Sudah lama prajurit TNI yang masih aktif di BAIS ini dicari-cari sama pimpinannya di Jakarta karena lama tidak pernah muncul dan juga tidak ada kabarnya. Saya kurang cover datanya di daerah mana dia terakhir bertugas sebagai anggota intel BAIS. Yang jelas dia bersama istri sirinya itu mau pulang kampung karena dia asal Kabupaten Gowa. Baru enam jam berlayar setelah lepas dari Balikpapan, prajurit TNI (ABK). Jadi masih di perairan Kalimantan," kata Kapolsek Soekarno Hatta (Soeta) Makassar AKP Syarifuddin Limpo saat dikonfirmasi, Selasa (24/10).

Jenazah Serda Wowok ditemukan tergantung di tangga Genway Dek 3 tangga kelas ekonomi. Sebelumnya, dia bersama Normawati istrinya beristirahat di dek lalu minta izin mau ke kamar kecil. Tidak lama kemudian terdengar pengumuman di atas kapal kalau Serda Wowok ditemukan gantung diri.

"Saat saya dan anggota tiba di pelabuhan usai kapal itu sandar, di sana sudah ada anggota TNI menjemput. Mereka mengaku orang-orang BAIS dan POM TNI. Merekalah yang mengurus jenazah Serda Wowok ini menuju Rumah Sakit (RS) Angkatan Darat Pelamonia. Yah mereka adalah orang BAIS karena salah seorang diantaranya bernama Letkol Wahyudi, Dantim atau Komandan Tim dari Serda Wowok," lanjut Syarifuddin.

Setelah dari RS Palemonia ini, kata AKP Syarifuddin Limpo, jenazah Serda Wowok kemudian diterbangkan ke Yogyakarta pukul 19.38 Wita dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air.

Senin, 23 Oktober 2017

GERMO PSK VIA MEDIA SOSIAL DIRINGKUS POLRESTA BANDA ACEH

GERMO PSK VIA MEDIA SOSIAL DIRINGKUS POLRESTA BANDA ACEH




Satreskrim  Polresta Banda Aceh berhasil membongkar praktik prostitusi daring di Kota Banda Aceh. Satu germo dan 6 pelaku ditangkap disebuah hotel berbintang tiga, Minggu (22/10) dini hari.

Enam pelaku sudah yang diduga Perempuan Seks Komersial (PSK) diamankan di Mapolresta Banda Aceh. Demikian juga seorang germos biasa dipanggil 'papi' berinisial AI (24) sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes T Saladin mengatakan, tersangka IA bekerja dibantu oleh rekannya berinisial N, sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polresta Banda Aceh. Semua data tersangka N sudah dikantongi oleh petugas.

"Kita berhasil membongkar praktek prostitusi online, ini berkat kerja keras tim Reskrim Polresta Banda Aceh setelah mendapat laporan dari masyarakat," ujar Saladin, Senin (23/10) di Mapolresta Banda Aceh.

Kata Saladin, pembongkaran prostitusi daring ini dilakukan setelah petugas melakukan undercover buy. Petugas menyamar menjadi pelanggan hendak memesan PSK kepada germo AI. Setelah semua selesai, baru kemudian petugas menggerebek tempat biasa mangkal mereka.

Germo AI bekerja tidak secara langsung, sebutnya, akan tetapi ada seorang perantara berinisial N yang mencari PSK untuk pelanggan yang memesan. Biasanya, N menggunakan instagram, pesan berantai whatsApp, facebook dan sejumlah media sosial lainnya.

"Germo AI memang tidak menggunakan media sosial, hanya dia sebagai germo saja yang mencari pelangganan," jelasnya.

Berdasarkan keterangan dari AI, sebutnya, sudah beroperasi praktek prostitusi daring selama 2 tahun. Sedangkan PSK yang berasal dari berbagai daerah luar Aceh.

"Korban (PSK) itu berasal dari luar Aceh, profesinya tidak ada pekerjaan," jelasnya.

Tersangka AI akan dijerat pasal 296 KUHP Jo 506 KUHP dengan ancaman kurungan badan selama 1,5 tahun. sedangkan rekannya berinisial N yang masih buron bisa dikenakan UU ITE, karena mempergunakan media sosial.

"Kita masih menjerat mereka dengan KUHP," tutupnya.

PEMERINTAH DIMINTA UNTUK MEMBERI SANKSI TEGAS TERHADAP TEMPAT PROSTITUSI DI BANDA ACEH

PEMERINTAH DIMINTA UNTUK MEMBERI SANKSI TEGAS TERHADAP TEMPAT PROSTITUSI DI BANDA ACEH




Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK), Banda Aceh meminta Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memberikan sanksi tegas kepada hotel penampung praktik prostitusi online (daring).

Anggota DPRK Banda Aceh Zulfikar juga meminta agar Pemerintah Kota Banda Aceh juga untuk mengingatkan seluruh penyedia jasa penginapan baik hotel, losmen dan jenis penginapan lainnya agar jangan bermain-main dengan tindakan kejahatan asusila. Pemkot harus tegas kalau ada yang membandel dan segera cabut izinnya.

"Perlu kami ingatkan bagi manajemen hotel (hotel tempat ditangkap pelaku prostitusi yang berbintang tiga) ini bukan yang pertama dan Pemkot perlu memberik sanksi yang lebih keras dari sebelumnya. Kalau masih terjadi cabut izinnya," kata Zulfikar, Senin (23/10) di Banda Aceh.

Zulfikar juga mengapresiasi atas kinerja keras pihak kepolisian dalam membongkar praktik prostitusi daring di Banda Aceh. Apa lagi polisi sudah berhasil menangkap satu germo biasa dipanggil 'pipi' beserta 6 wanita yang diduga Perempuan Seks Komersial (PSK).

"Kami berharap pihak kepolisian untuk mengusut tuntas praktik prostitusi online yang terjadi di Banda Aceh," pintasnya.

Zulfikar juga meminta Pemerintah Kota Banda Aceh agar meningkatkan kemitraan dan bekerjasama dengan Polresta Banda Aceh, dalam rangka menindak dan mencegah munculnya praktik-praktik prostitusi yang belakangan ini semakin canggih dengan memanfaat kemajuan teknologi.

Lanjutnya, ini terbukti dengan keberhasilan pihak kepolisian membongkar praktik prostitusi daring di Banda Aceh. Jika terus menerus melakukan pelanggaran syariat, Zulfikar menyarankan agar Pemkot memberikan sanksi tegas terhadap hotel-hotel tersebut, sampai dengan tindakan mencabut izin operasional.

"Pemkot perlu mempertanyakan komitmen dari pengelola hotel di Banda Aceh untuk mendukung pelaksanaan syariat Islam dan kita minta tegas untuk hal ini," lanjut Zulkifar.

Sementara itu terkait dengan laporan dari masyarakat dengan mulai maraknya live music dan kemaksiatan pada hotel-hotel tertentu, Zulfikar juga berharap agar pihak Pemkot Banda Aceh melalui Polisi Wilayatul Hisbah agar segera menindaklanjutinya.

"Jangan sampai Pemerintah Kota Banda Aceh kalah dalam menghadapi  para pelaku kejahatan dari seperti membiarkan tanpa bertindak apapun terhadap maraknya pelanggaran pelaksanaan syariat Islam di ibuka Provinsi Aceh ini," tutupnya.

Minggu, 22 Oktober 2017

2 RAMPOK BERHASIL DIBEKUK USAI MERAMPOK DAN MENEMBAK KORBAN

2 RAMPOK BERHASIL DIBEKUK USAI MERAMPOK DAN MENEMBAK KORBAN




Dua pelaku pencurian menggunakan senjata api yang mencoba menggasak rumah korban Naspi Hendri (52), warga Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok, Sumatera Barat (Sumbar) pada 30 September lalu dibekuk jajaran Polres Solok Kota.

Masing-masing pelaku, Herman Susanto (26) Visril Dodi alias Havis (34), keduanya mengaku sebagai warga Cupak, Kabupaten Solok, Sumbar, Kapolres Solok Kota AKPB Dony Setiawan mengatakan, dari tangan tersangka petugas mengamankan dua sepucuk senjata api. Pertama jenis FN rakitan jenis Revolver dengan enam butir peluru kaliber 99 mm.

"Tersangka, senpi dan amunisinya sudah kita amankan dari kediaman Havis. Senpinya ditanam dalam tanah dekat rumah," kata Dony saat merilis beberapa tangkapan sepekan terakhir di Mapolres Solok Kota pada Sabtu (21/10).

Kasus perampokan ini terjadi pada 30 September 2017 lalu, sekitar pukul 01.00 Wib dini hari. Kawanan rampok yang kuat dugaan berjumlah 6 orang tersebut berniat menggasak kediaman Naspi Hendri di kawasan Kampung Jawa, Kota Solok.

Awalnya kawanan ini mengetuk pintu rumah korban. Lalu, korban yang curiga didatangi tengah malam sempat membukakan pintu bagian luar. Dari balik jeruji besi pintu rumah, korban sempat menanyakan maksud kedatangan para pelaku yang tidak dikenalnya.

Belum sempat berdialog, tiba-tiba salah seorang pelaku mengacungkan senjata api dan langsung menembakkan ke arah korban. Akibatnya, korban menderita luka tembak di bagian leher dan bahu kanannya.

"Melihat korban berdarah, kawanan rampok ini tidak jadi beraksi, namun kabur menggunakan sepeda motor," kata Dony.

Dari pengembangan, petugas mengantongi identitas pelaku dan melakukan pengejaran. Setelah satu minggu, petugas mencium kebedaan pelaku. Namun, baru dua tersangka yang dibekuk. Sedangkan pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

ANGGOTA ORMAS MEMINTA UANG SECARA PAKSA KEPADA PENGUSAHA

ANGGOTA ORMAS MEMINTA UANG SECARA PAKSA KEPADA PENGUSAHA 




Peras pengusaha belut, anggota Ormas Ahmad Mudohi (33). diamankan Tim Vipers Polres Tangerang Selatan. Sementara satu rekannya Adi masih dalam pengejaran polisi.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander menjelaskan, pelaku terbukti melakukan pemerasan dengan kekerasan yang dilakukan terhadap pengusaha belut di Serius Indah, Kecamatan Ciputat. "Pelaku kami amankan setelah sempat mengamuk di tempat seorang pengusaha kecil di Tangsel," kata Alexander, Sabtu (21/10/2017), di konfirmasi.

Dijelaskan Alex, pelaku yang merupakan anggota ormas daerah ini meminta bantuan sejumlah dana kepada Maradona (35), pengusaha belut untuk menggelar satu acara.

"Dua pelaku mengaku sebagai anggota Ormas FBR meminta uang sebesar Rp 500 ribu kepada korban yang sudah tertulis di kuitansi dan akan digunakan untuk acara festival Betawi dan mengatasnamakan FBR GARDU G. 0208," jelas Alex.

Namun, karena tidak memiliki uang, korban hanya memberikan uang Rp 100 ribu.Mereka pun marah hingga mengobrak-abrik ruko dengan menendang rak televisi, juga mengambil handpone korban.

"Karena HPnya diambil kemudian terjadilah keributan dan tim Vipers yang sedang observasi selanjutnya melakukan pengejaran dan penangkapan atas nama Ahmad. Satu rekannya berhasil kabur bernama Adi," ungkapnya.

Selain itu, kedua pelaku diketahui telah melakukan pemerasan di 10 TKP di kawasan Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan. Mereka melakukan pemerasan itu sejak Januari-Oktober 2017.

"Modusnya sama selain meminta uang pelaku juga mengambil HP milik korbannya,"  katanya lagi.

Atas perbuatan pelaku dijerat pasal 368 KUHP dan atau Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP, dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Sabtu, 21 Oktober 2017

ANIES-SANDI TAK SEGAN JIPLAK CARA AHOK

ANIES-SANDI TAK SEGAN JIPLAK CARA AHOK




Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno punya pekerjaan rumah besar memimpin ibu kota selama lima tahun ke depan. Berulang kali Anies dan Sandi mengaku akan 'belajar' dari gubernur-gubernur pendahulu mereka. Termasuk Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok.

Dalam memimpim Jakarta, Anies dan Sandi tak segan menjiplak atau meniru cara yang sudah dijalankan Ahok. Misalnya dalam hal rapat. Semasa menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ahok selalu mengunggah video rapat ke Youtube. Alasannya agar masyarakat bisa melihat sendiri bagaimana pembahasan rapat dengan PNS DKI juga pihak-pihak yang bekerja sama dengan pemprov.

Cara itu akan tetap dipakai Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. "Lanjutin dong yang bagus-bagus. Tapi saya bilang jangan diedit, jangan pencitraan," lata Sandiaga Uno, di Balai Kota DKI DKI Jakarta, Jumat (20/10).

Dia memastikan, video akan ditanyak lengkap dan tidak dipotong-potong supaya tak menimbulkan pertanyaan dan dugaan direkaya. "Iyalah kalau mau serius ya serius sekalian," kata Sandi.

Cara lain yang bakal dilanjutkan Anies dan Sandi dalam hal menerima pengaduan masyarakat Jakarta, Ahok memulai memnerima pengaduan semenjak menggantikan Joko WIdodo sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dia menerima pengaduan sebelum memulai pekerjaan.

Kini, cara itu dilanjutkan oleh Anies dan Sandi. Anies Baswedan memutuskan untuk menerima pengaduan warga secara langsung. Sebelumnya, pengaduan diterima oleh petugas dinas di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta.

Melalui akun instagram, mantan Menteri Pendidikan ini memberitahukan bahwa akan mulai menerima pengaduan. Cara menerima pengaduan Anies ini mengadopsi dari apa yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Menerima pengaduan dan harapan warga di balaikota. Pola menerima pengaduan yang sudah dimulai oleh Pak Basuki dan Pak Djarot," tulisnya.

Bagi Anies maupun Sandi, belajar dari para pendahulunya mutlak dilakukan untuk mengurus kota sebesar Jakarta. Karena itu Sandi sedang menjabwalkan pertemuan dengan para mantan Gubernur DKI Jakarta. Termasuk dengan Ahok, Sandi menyebut pertemuan tersebut merupakan salah satu forum yang sebelumnya memang telah direncanakannya bersama Anies Baswedan.

"Kita lagi menjabwalkan karena itu adalah salah satu forum yang memang sudah direncanakan sama kami untuk berdiskusi dengan mantan Gubernur," ungkap Sandi usai melaksanakan salat jumat di Masjid Fatahila Balai Kota Jakarta, Jumat (20/10).

Politisi Partai Gerindra itu memastikan akan mengunjungi mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Karena ahok merupakan salah satu orang yang pernah memimpin Jakarta."Termasuk don (Ahok)," jelasnya.

Namun untuk waktu kunjungannya, Sandi belum dapat memastikan kapan ia dan Anies akan mengunjungi Ahok di Mako Brimob Depok. Sebab hal tersebut sedang dijadwalkan dan masih akan diatur lagi. "Ya nanti kita atur bagaimana baiknya," ucapnya.

WANITA JEMBRANA RESAH AKIBAT AKSI PELECEHAN SEKSUAL DI JALAN SEPI

WANITA JEMBRANA RESAH AKIBAT AKSI PELECEHAN SEKSUAL DI JALAN SEPI




Beberapa hari terakhir perempuan di Jembrana, Bali, diresahkan dengan aksi dua pemuda misterius yang menyentuh bagian dada lalu melarikan diri. Peristiwa itu terjadi di Jalan Desa Tegalbadeng Barat.

"Saat saya pulang kerja Kamis malam, dua orang mengendarai sepeda motor mendadak memepet saya dan memegang bagian dada lalu kabur," kata KW, seorang perempuang karyawan swasta, warga Dusun Tengah, Desa Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara.

Dia menceritakan, saat itu KW pulang kerja pukul 23.30 wita dan melintasi jalan yang sudah biasa dilalui.

"Kalau pulang malam saya ngebut mengendarai sepeda motor. Saat kejadian, karena sudah dekat rumah kecepatan saya kurangi, tahu-tahu ada dua orang berboncengan sepeda motor mendekat dan langsung memegang dada saya," katanya.

Karena gelap, dia tidak tahu persis ciri-ciri dua orang tersebut. Namun, dia melihat mereka mengendarai sepeda motor jenis Honda Vario.

Situasi yang sudah malam ditambah rasa takut, ia tidak berani mengejarnya, justrus bergegas masuk ke halaman rumahnya.

Kejadian dengan dugaan pelaku yang sama juga dialami KSA, juga warga Desa Tegalbadeng Barat saat melintas di jalan desa Kamis (19/10) pukul 16.00 wita.

Sama dengan KW, dua orang pemuda berboncengan motor tiba-tiba mendekatinya dan menyentuh bagian paha.

Karena masih sore, ia tahu, dua pemuda tersebut mengendarai sepeda motor Honda Vario, bahkan dia sempat mengejar ke wilayah Desa Cupel. Saat mengejar pelaku, dia sempat melempar mereka dengan helm dan mengenai punggungnya, namun karena panik dia gemetas dan lemas sehingga menghentikan sepeda motornya.

Dua orang perempuan ini berharap, aparat keamanan menindaklanjuti aksi yang meresahkan ini, agar tidak terjadi pelecehan terhadap perempuan yang melintas di jalan desa tersebut.

Kasat Reserse Polres Jembrana AKP Yusak Agustinus Sooai mengatakan, pihaknya belum menerima laporan, namun akan melakukan penyelidikan kasus ini.

Jumat, 20 Oktober 2017

TANTANGAN BERAT ANIES-SANDI DI PEKAN PERTAMA JADI PEMIMPIN DKI

TANTANGAN BERAT ANIES-SANDI DI PEKAN PERTAMA JADI PEMIMPIN DKI




Anies Baswedan dan Sandiaga Uno resmi menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Keduanya dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Senin (16/10) lalu.

Sebagai pejabat yang baru menduduki kursi empuk seorang pimpinan, seharusnya Anies-Sandi bisa bekerja dengan tenang. Sekaligus beradaptasi dengan tugas-tugas baru, mengenal semua bawahannya, perbanyak koordinasi dan memantau ragam proyek yang ditinggalkan pendahulunya.

Namun yang terjadi sebaliknya. Di pekan pertama kepemimpinan mereka, Anies dan Sandi sudah di hadapkan sejumlah tantangan. Kesabaran dan kekompakan mereka diuji.

Sejak resmi dilantik, pasangan diusung Partai Gerindra dan PKS itu sudah dirongrong banyak pertanyaan kapan bisa mewujudkan janji semasa kampanye. Seperti setop penggusuran, penutupan Hotel Alexis, hingga penghentian proyek reklamasi di Teluk Utara Jakarta.

Tak hanya itu, kantor Anies dan Sandi di Gedung Balai Kota DKI Jakarta mulai direcoki sejumlah massa yang berunjuk rasa. Pada Rabu 18 Oktober kemarin, massa yang mengatasnamakan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menuntut Anies dan Sandi bisa menaikkan upah buruh menjadi Rp 7 juta.

Tuntutan yang mereka suarakan bukan sekadar asal bicara. Mereka justru menagih janji Anies-Sandiaga semasa kampanye.

"Saya yakin gubernur kita menepati janji kampanyenya, katanya upah minimal Rp 7 juta. Kita harap itu terealisasi," ujar Ketua Konfederasi Serikat Buruh Kamiparho, Alson Naibaho saat berorasi, Rabu (18/10).

Ujian lainnya, soal penampilan Sandi yang dianggap melanggar aturan tentang seragam dinas. Berniat tampil santai menggunakan sepatu kets ke kantor, Sandi dianggap tak patuh Pergub DKI No. 23 tahun 2016 tentang pakaian dinas itu turunan aturan Menteri Dalam Negeri No. 6 tahun 2016.

Sandi mengaku tidak tahu ada aturan soal tata cara mengenakan seragam dinas. Meski telah melakukan kekeliruan, Sandi tak mau menanggapi berlebihan.

"Undang-undang? Oh ya? Ini 'pantofel' sekarang yang bisa dipakai jalan," kata Sandi saat kunjungan di SDN 03 Pagi Cawang, Jakarta Timur, Rabu (18/10).

Sandi beralasan, penggunaan sepatu kets supaya diterima di kalangan generasi millenial. "Biar kita relevan kalau enggak yang millenial bilang, ah norak, atau bukan gubernur zaman now," kelakar Sandi saat ditemui di Taman Mini Indonesia Indah.

Lain dengan kisah Sandi, tantangan berat juga tengah dihadapi Anies. Dia dilaporkan ke polisi karena kata 'pribumi' yang dipakai saat pidato politik pertama usai pelantikan.

Sebagian orang menilai penggunaan kata pribumi oleh Anies menunjuk pada golongan tertentu. Apalagi, penggunaan kata pribumi itu sendiri sebenarnya sudah lama dilarang untuk digunakan kembali sejak dikeluarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 26 tahun 1998 oleh Presiden BJ Habibie. Aturan tersebut menjelaskan tentang penggunaan istilah pribumi dan non-pribumi.

Pelapor pertama adalah Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta. Anies dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada pada Senin (16/10) kemarin.

Selang dua hari setelahnya, Anies kembali dilaporkan sekelompok orang yang mengatasnamakan Federasi Indonesia Bersatu.

"Sebenarnya ini tidak kita inginkan laporan ini, tapi sebagai gubernur terpilih harusnya lebih bijak, arif, mengayomi keseluruhan, bukan parsial, dia kan gubernur untuk semua, bukan hanya konstituennya," ujar salah satu kuasa hukum kelompok itu Rinto Wardana

Rinto melaporkan Anies ke Bareskrim Mabes Polri dengan nomor LP/1082/X/2017/Bareskrim tanggal 19 Oktober 2017.

Kata Rinto, pidato Anies sangat sensitif. "Ada juga undang-undang larangan diskriminasi dan ras, kemudian KUHP diatur pasal 157, undang-undang ITE juga 28 ayat dua. Yang sifatnya ras kan dilarang, kenapa seorang gubernur bicara begitu. Harusnya pasca dilantik dia menenangkan semua pihak, mengkondusifkan perbedaan, situasi panas sejak pilkada. Tapi itu memantik kembali. Akhirnya dia mau bangun Jakarta atau berpolemik seperti itu," jelasnya.

Sebenarnya, beberapa saa sebelum dirinya dipolisikan, Anies sudah memberikan klarifikasi atas pidatonya yang kemudian menuai polemik. Dia menjelaskan istilah 'pribumi' tersebut digunakan pada konteks penjajahan.

"Karena saya menulisnya pada era penjajahan dulu karena Jakarta kota yang paling merasakan, kalau kota-kota lain itu nggak merasakan Belanda secara dekat," kata Anies di ruang Pola, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/10).

Pidato yang dia sampaikan, lanjut Anies, sebenarnya mencerminkan kota Jakarta saat di jajah Belanda. Karena wilayah-wilayah lain di Indonesia tidak merasakan dijajah Belanda secara langsung.

"Pokoknya itu digunakan untuk menjelaskan era kolonial Belanda karena itu memang kalimatnya di situ," jelasnya.

Meski beragam masalah terus menguji keduanya, Anies dan Sandi tetap beraktivitas seperti biasanya di Balai Kota